Kalau dulu kata orang mulutmu harimaumu, sekarang sudah ganti facebookmu harimaumu, twittermu harimaumu, atau media sosialmu harimaumu. karena mulut sudah berevolusi menjelma menjadi sepuluh jari yang bisa berkata-kata bahkan punya pendengar yang lebih banyak.
Tak bisa dipungkiri bahwa ini merupakan efek dari kemajuan teknolgi yang seharusnya bisa meningkatkan kecerdasan pemakainya. Namun kecerdasan yang paling meningkat saat ini lebih terlihat sebagai kecerdasan pragmatis yang semakin menenggelamkan budaya etis.
Media sosial adalah salah satu anak dari kemajuan teknologi tersebut yang sudah akrab dengan orang-orang di dunia ini. sebagai media informasi yang bebas isi, tanpa ada standarisasi meda sosial bisa menjadi alat yang mencerdaskan atau sebaliknya. masing-masing orang punya tujuan sendiri dalam menyebarkan informasi.parahnya salah satu karakteristik pengguna sosial media yang paling akrab kita temui adalah efektivitas dalam menyebarkan informasi palsu, setengah benar, dan rumor tidak jelas.
Jika dulu para ulama menghimbau susah payah agar menjauhi budaya desas-desus, gosip dari kuping ke kuping, bisik-bisik tetangga, maka tugas mereka makin berat, kesemua hal itu berseliweran juga di dunia digital. Dengan kemampuan berkomunikasi cepat dan efisien tanpa terbatas jarak dan waktu, menyebarkan rumor begitu mudahnya tanpa menyaring dan menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu (tabayyun).
Masalah dari semua itu adalah bahwa sebagian rumor mungkin tidak terlalu berbahaya dan rumor itu terbukti benar. Namun jika rumor itu ternyata hoax, pasti ada konsekuensi buruk bagi pengguna sosial media lain yang tidak disadari oleh penyebarnya.
Ciri-ciri berita hoax:
1. Berita tersebut tidak punya sumber yang jelas.
2. Berita tersebut biasanya menggunakan kalimat persuasif yang menarik orang untuk menyebarkan.
3. Berkaitan dengan isu yang sedang ramai dibicarakan.
4. Berita atau informasi yang biasanya ramai diperbincangkan adalah sesuatu yang bertentangan dengan teori umum.
Tips menanggapi berita yang berseliweran di media sosial
1. Teliti dalam membaca informasi dari mana asalnya, referensinya, dan apa yang bisa diakibatkan dari berita tersebut.
2. Mengecek kembali gambar yang didapat apakah hasil editan, atau merupakan gambar dari kejadian yang berbeda.
3, Jangan asal sebar karena kita akan terlihat bodoh, ketika berita tersebut tidak bermanfaat apalagi benar-benar hoax.
4, Menanyakan kebenaran lebih lanjut kepada yang lebih tahu.
demikianlah posting hari ini yang semoga bermanfaat

0 Response to "4 Ciri Berita hoax"
Post a Comment