#Hikayat IDari Umar r.a. suatu ketika beliau berjalan di jalan raya, beliau melihat seorang anak kecil yang ditangannya terdapat seekor burung kecil (sejenis burung gereja/ burung emprit) dan bermain dengan burung tersebut. Umar r.a kasihan melihat burung kecil tersebut, maka beliau membelinya kemudian melepaskannya.
Ketika Umar r.a. wafat, orang-orang memimpikan beliau ketika tidur. Mereka menanyai beliau tentang keadaannya, “Apa yang Allah telah lakukan terhadap anda?”. Umar r.a berkata, “Allah telah memaafkan dan mengampuniku”. Mereka bertanya lagi, “atas apakah anda diampuni, atas kedermawanan anda?, keadilan anda?, ataukah atas kezuhudan anda?”. Umar r.a. menjawab: ketika kalian meletakkanku di liang lahat, menutupiku dengan tanah, dan meninggalkanku sendirian, ada dua malaikat yang menakutkan yang masuk menemuiku. Pikiranku melayang dan sendi-sendiku gemetar melihatnya. Kemudian keduanya mengambilku, mendudukanku, dan hendak menanyaiku.
Pada saat itu aku mendengar suara, “tinggalkanlah hambaku ini,dan jangan kalian menakut-nakutinya, Aku telah mengkasihinya dan mengampuninya, karena dia telah mengkasihi burung kecil di dunia maka aku mengkasihinya di akhirat.
#Hikayat II
Suatu ketika Bani Israil melewati padang pasir, di tengah perjalanan melewati gurun tersebut mereka ditimpa kelaparan. Ada seorang hamba di kabilah tersebut berangan-angan, “andai saja gurun ini menjadi subur, akan aku kenyangkan perut Bani Israil”.
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada seorang Nabi dari nabi-nabi-Nya, “katakanlah kepada orang ini : sesungguhnya Allah telah mewajibkan atasmu pahala sesuatu yang akan kamu lakukan (jika gurun itu menjadi subur, akan bershodaqoh). Barang siapa mengkasihi hamba Allah, Allah akan mengasihinya.”
Sesungguhnya hamba tersebut mengkasihi hamba Allah dengan perkataannya “andai saja gurun ini menjadi subur, akan aku kenyangkan perut orang-orang”, maka dia memperoleh pahala seperti kalu saja dia melakukannya.
(susunan Syeikh Muhammab bin Abu Bakar, Lahu al-faatihah...)
#Hikmah
banyak hikmah yang bisa di ambil dari hadis dan hikayah tersebut, intinya marilah kita BERUSAHA MENJADI ORANG YANG PENYAYANG AGAR KITA DISAYANG ALLAH SWT DAN PARA MAHKLUQNYA.
oleh : M. Ahsanul Umam
di Sabilul Muttaqin

0 Response to "MENJADI PENGASIH AGAR DIKASIHI YANG MAHA PENGASIH"
Post a Comment